Aku Berimimpi Melihat Surga
Tangisku
Jika hari ini aku bahagia, kamulah sesuatu yang membuatku bahagia
Namun ada keraguan yang mendalam
Akankah aku bisa membuatmu bahagia, seperti halnya kamu membuatku bahagia
Jika memang cinta bisa mati
Aku hanya inginkan cintaku mati bersama cintamu
Agar tak ada seorangpun yang tersakiti di antara kita
Mungkinkah esok aku ada saat kamu menangis?
Ataukah...
Bukan aku seseorang yang akan menghapuskan air matamu nanti
17
Terukir cerita misteri
Ketika terasa hilang kedamaian hati
Hilang kebebasan pergi
Dan tertidur bak mati suri
Luka lara ini
Masihkah bisa terobati?
Semua silih berganti
Meninggalkan bekas tanda kaki
Tak pernah kurasa kesejukan embun pagi
Dia hanya menyapa lewat jajaran jeruji besi
Memberikan senyum penyayat hati
Dan membuatku malas untuk berdiri
Masaku tlah berhenti
Terhenti karna aku disini
Di sudut ruang yang membuatku slalu sendiri
17ku terenggut tak kembali
Sendiri
Biarkan aku sendiri
Terdiam dalam kelamnya langit ini
Andai ada seorang peri
Ingin ku tumpahkan segala isi hati
Andai semua terhenti
Dan hanya akuuu
Akan ku pecah kesunyian malam ini
Kenapa tak kau jadikan aku seperti mereka
Yang indah untuk ku rasa
Yang mungkin bisa aku terima
Perempuan Perkasa
Bisakah kau uraikan arti dari perempuan perkasa?
Perempuan perkasa ituuuu
Perempuan yang tidak gampang mengeluh
Perempuan yang lemah lembut
Perempuan yang sisi kefeminimannya tetap ada
Dan perempuan perkasa adalah sosok yang sayang keluarga
Jika ia sudah menikah
Ia adalah istri yang baik bagi suaminya
Sahabat bagi anak anaknya
Dan tetap setia menjalani kodratnya
Bukan perempuan perkasalah
Jika hanya memikirkan karir dan kesuksesan
Hubungan keluarga di lalaikan
Anak dan suami di nomer duakan
Perempuan perkasa itu punya inner beauty tersendiri
Dan kesuksesan perempuan perkasa adalah
Ketika ia bisa menjadi wanita karir
Dan ia bisa menghandle antara karir, keluarga, suami dan anak anaknya
Mas kawin untuk bidadariku
Adalah sekuntum bunga mawar yang aku petik dari sujud sembahyangku setiap hari
Buah cintaku dengan bidadariku
Adalah lahirnya sejuta generasi teladan
Yang menggendong tempayan tempayan kemanfaatan
Bagi manusia dan kemanusiaan
Pada setiap tempat dan zaman
Mereka lahir demi kesejatian sebuah pengabdian dalam abad abad yang susah
Abad abad yang tidak mengenal Tuhan
Abad abad yang hilang naluri kemanusiaan
Abad abad yang berkuasa rezim rezim kemungkaran
Dan mereka tetap kekar dan senantiasa membela kebenaran dan keadilan
Estafet perjuangan kami berkelanjutan
Sambung menyambung pada setiap generasi
Syair Sang Pecinta
Menemanimu dalam kesepian
Menemaniku dalam kegelapan
Bersama sinar yang mencerahkan
Langkah diantara kita
Meski langkah kita tak sama
Kita tetap berbimbingan
Masih berpegang tangan
Bersama menggapai impian
Hanya kamu yang menemaniku
Disaat aku kesepian
Disaat aku merindu
Dan tiba tiba dia hadir seiring bergantinya waktu
Semoga engkau memiliki rasa yang sama denganku
Puisi Untuk Ayah
Terbuai aku dipelukmu
Terasa hangat dan lembut belaimu
Walau hujan deras menghampiri
Tubuhku selalu hangat bersamamu
Mengalahkan kehangatan mentari pagi
Kau tau ayah
Betapa sesungguhnya inginku kau timang kembali
Merasa dekap erat tanganmu
Mendengar degup jantungmu
Terkadang, aku lupa usiaku
Ternyata aku sudah dewasa
Harus sudah berdiri
Berjalan mencari jati diri
Kau bilang "Sudah saatnya merpati terbang tinggi"
Tapiiii
Aku masih ingin bersamamu disini
Oh ayah...
Aku ingin ditemanimu setiap waktu
Kurasa tubuhku terlalu rapuh
Berjalan tanpa bimbingmu
Tapi kini aku berjanji
Aku harus bisa mandiri
Dengan kerela'an dan berat hati
Dengan airmata yang membanjiri
Pintamu akan aku turuti
Ayah...
Merpatimu akan kembali
Membawa kebangga'an
Untuk ayah
I so love you
Temukanmu
Jauh berarak aku berlayar
Menghalau ombak dan hembus angin lautan
Bulan yang bersinar
Sebuah keindahan matahari malam
Tlah ku arungi ribuan pulau
Berjumpa jutaan pasang mata
Tetap tak ku dapati adanya cinta
Dan ketika mata ini mulai sayu
Kurasa kerlingan cahaya mendekatiku
Berbinar- binar indah silaunya
Walau tak begitu sempurna
Tak bisa aku menafiknya
Hujan menghujat rasa
Guntur menyambar akal sehatku
Pohon tak lagi ramah menyapa
Dan gunung-gunung terdiam membisu
Karna semua tahu
Aku tlah kehilangan
Cinta telah mencuri segalanya
Angan yang tak lagi sejalan
Namun, dengan pasti ku katakan
Kamulah pencuri mata, hati dan fikiran
Bimbang
Entah apa yang terjadi
Tak pasti, tapi semua menghampiri
Sesalkah?
Atau, hanya emosi semata
Kenapa tak ku bawa berkelana
Biar ku tahu apa jawabnya
Tapi kadang mereka pergi
Dan terkadang kembali
Jawab aku
Siapa kamu?
Apa tujuanmu?
Rasaku kian memuncak
Menggoreskan sedikit bercak
Bersemayam di dada
Meninggalkan deret tanda tanya
For MOM
Beribu pujian patut ku berikan untukmu
Engkau pelitaku
Engkau segalanya untukku
Tak cukup rasanya mengucap kata maaf
Aku ingin sujud di bawah kakimu
Ibuuu
Begitu banyak kesalahanku padamu
Tapi engkau tetap menyayangiku
Tak taukah engkau ketika aku berbohong
Tak taukah engkau ketika aku acuh terhadapmu
Engkau wanita suci
Wanita berharga yang aku punya di dunia
Demi Tuhan, langit, bumi dan segala isinya
Aku menyayangimu
Tak tega melihat engkau menderita
Aku ingin melihat engkau selalu tersenyum
Tapi aku terlalu bodoh
Tak pernah bisa bahagiakanmu
Begitu buruknya aku
Tapi engkau selalu percaya padaku
Aku hanya bisa menangis
Mengenang setiap dosa yang aku lakukan padamu
Aku selalu membantah katamu
Ibuuu
Walaupun lelah, keringat membanjiri
Engkau selalu kuat, dan selalu "bisa"
Demi pengorbanan untuk anakmu
Tak pernah ku tahu
Betapa sesungguhnya ragamu meronta
Meronta karna lelah
Tapi lagI-lagi engkau selalu menutupinya
Engkau selalu berikanku senyum kebahagiaan
Tapi apa balasku
Ibuuu
Belasan dan sedikit lagi usaiku akan bertambah
Semakin dewasa
Aku semakin mengerti
Aku telah berjanji dalam hati
Akan ku ganti semua pengorbananmu selama ini
Tapi aku yakin tak akan cukup bisa aku menggantinya
Suatu saatibu akan tahu
Betapa sesungguhnya inginku berikan yang terbaik untukmu
Seperti halnya engkau
Selalu berikan yang terbaik untukku
I MISS U MOM, I MISS U
Sesal
Membisu dalam sebuah bayangan malam
Mengumpat diri sendiri
Mengapa semua harus terjadi
Sesal sudah tak akan ada arti
Aku bingung Tuhan
Pada siapa lagi aku berbagi
Telah ku kumpulkan sebuah hitam
Kelam yang ku rasa
Di balik sebuah keindahan
Aku tahu ini kebodohanku
Ku kira hanya destinasi
Tapi aku salah
Aku telah berdosa
Aku telah melukai semua
Kenapa malam itu ada
Sesal, sesal yang selalu terlambat
Tuhaannnn
Aku benar-benar menyesal
Ampuni aku Tuhan
Aku benar-benar menyesal
Bimbing dan tuntunlah aku
Kembali ke jalanmu
Travel In Love
Di peron stasiun,
Aku berdiri dengan carrier 85 liter di sisi. Sebentar lagi rangkaian Argo Parahyangan akan membawaku mengawali perjalanan 30 hari: Jawa, Bali, dan Lombok.
Di atas bukit bintang,
Aku ditemani seorang sahabat yang masih berduka atas kekasihnya. Seperti aku yang belum merelakan si Pecinta Gunung, laki-laki si pemilik senyum teduh.
Di atas kapal yang berayun,
Aku harus kuat menghadapi hadirnya si Orang Asing. Juga ketika banyak rahasia yang terungkap atau kata-kata yang dulu tak terucap.
Di pantai yang indah,
Aku duduk menatap laut, sejauh ini aku tak tahu cinta macam apa yang kutemui di perjalanan ini. Karena perjalanan ini terlalu panjang untuk dilalui sendiri.
Di perjalanan ini,
Aku ingin kamu menemaniku…
“Andrea Hirata”
Sungguh, malam ketiga di
pangkalan punai aku mimpi melihat surga
Ternyata, surga tidak megah
Hanya sebuah istana kecil
di tengah hutan
Tidak ada bidadari seperti
di sebut di kitab- kitab suci
Aku meniti jembatan kecil
Seorang wanita berwajah
jernih menyambutku
“Inilah surga” katanya
Ia tersenyum, kerling
matanya mengajakku menengadah
Seketika aku terkesiap oleh
pantulan sinar matahri senja
Menyirami kubah- kubah
istana
Mengapa sinar matahari
berwarna perak, jingga dan biru??
Sebuah keindahan yang asing
Di istana surga
Dahan-dahan pohon ara
menjalar di dalam kamar- kamar
Sunyi yang bertingkat-
tingkat
Gelas- gelas kristal
berdenting di aliri air zam- zam
Menebarkan rasa kesejukkan
Bunga petunia di tanam di
dalam pot- pot kayu
Pot- pot itu di gantungkan
pada kosen- kosen jendela tua berwarna biru
Di beranda lampu- lampu
kecil di sembunyikan di balik tilam
Indah sekali
Sinarnya memancarkan
kedamaian
Tembus membelah perdu-
perdu di halaman
Surga begitu sepi
Tapi aku ingin tetap di
sini
Karna aku ingat janjimu
Tuhan
Kalau aku datang dengan
berjalan
Engkau akan menjemputku
dengan berlari- lari
RINDU
Cinta benar- benar telah
membunuhku
Ketika kita saling
memandang saat kita berjumpa
Malamnya aku tak bisa tidur
karna wajahmu tak mau pergi dari kamarku
Kepalaku pusing sejak itu
Siapa dirimu...
Yang berani merusak tidur
dan selera makanku?
Yang membuatku melamun
sepanjang waktu?
Kamu tidak lebih dari
seorang anak muda pengganggu
Namun, ingin ku katakan
padamu
Setiap malam aku bersyukur kita
telah bertemu
Karna hanya padamu, aku
akan merasa rindu
La Neige Au Sahara
“Anggun C
Sasmi”
Si la poussiere emporte tes
reves de lumiere
Je serai ta lune ton repere
Et si le soleil nous brule
Je prierai qui tu voudros
Pour que tmbe la neige au
sahara
Derai Salju Di Sahara
Jika harapanmu hancur
berkeping- keping
Aku akan menjadi bulan yang
menerangi jalanmu
Matahari bisa membutakan
matamu
Aku akan berdo’a pada
langit
Agar salju berderai di
sahara
LOVE IS CINTA
Jika ini cinta mengapa
masih diam
Membisu dalam kesenyapan
masa
Terlelap dalam rahasianya
tanpa kata- kata
Saat pertautan dua hati
Belum menemui nyata dalam
alurnya
Haruskah perpisahan
menyudahi segalanya
Cinta akan mencari jalannya
sendiri
Sampai ia berhenti pada
pelabuhan hati yang terpilih
Jika cinta memang harus
dibuktikan
Inilah saatnya untuk
meretas jejak hati
Dan memahami arti suatu
pertanda
Selalu ada kenangan yang
tertinggal dari setiap perjalanan cinta
Meskipun hanya satu titik
Di saat ada cinta berkabung
dalam kerandanya
Mengapa tak jua muncul
secercah tanda
Mungkinkah bahagia
datang...
Jika cinta masih hidup di
bawah bayang- bayang keraguan yang mengakar tunjang
Tak pernah ada kata
terlambat untuk cinta
Jika jatuh cinta katakanlah
Biar tak ada sesal yang
menguntit di belakang hari
Tangisku
Jika hari ini aku bahagia, kamulah sesuatu yang membuatku bahagia
Namun ada keraguan yang mendalam
Akankah aku bisa membuatmu bahagia, seperti halnya kamu membuatku bahagia
Jika memang cinta bisa mati
Aku hanya inginkan cintaku mati bersama cintamu
Agar tak ada seorangpun yang tersakiti di antara kita
Mungkinkah esok aku ada saat kamu menangis?
Ataukah...
Bukan aku seseorang yang akan menghapuskan air matamu nanti
17
Terukir cerita misteri
Ketika terasa hilang kedamaian hati
Hilang kebebasan pergi
Dan tertidur bak mati suri
Luka lara ini
Masihkah bisa terobati?
Semua silih berganti
Meninggalkan bekas tanda kaki
Tak pernah kurasa kesejukan embun pagi
Dia hanya menyapa lewat jajaran jeruji besi
Memberikan senyum penyayat hati
Dan membuatku malas untuk berdiri
Masaku tlah berhenti
Terhenti karna aku disini
Di sudut ruang yang membuatku slalu sendiri
17ku terenggut tak kembali
Sendiri
Biarkan aku sendiri
Terdiam dalam kelamnya langit ini
Andai ada seorang peri
Ingin ku tumpahkan segala isi hati
Andai semua terhenti
Dan hanya akuuu
Akan ku pecah kesunyian malam ini
Kenapa tak kau jadikan aku seperti mereka
Yang indah untuk ku rasa
Yang mungkin bisa aku terima
Perempuan Perkasa
Bisakah kau uraikan arti dari perempuan perkasa?
Perempuan perkasa ituuuu
Perempuan yang tidak gampang mengeluh
Perempuan yang lemah lembut
Perempuan yang sisi kefeminimannya tetap ada
Dan perempuan perkasa adalah sosok yang sayang keluarga
Jika ia sudah menikah
Ia adalah istri yang baik bagi suaminya
Sahabat bagi anak anaknya
Dan tetap setia menjalani kodratnya
Bukan perempuan perkasalah
Jika hanya memikirkan karir dan kesuksesan
Hubungan keluarga di lalaikan
Anak dan suami di nomer duakan
Perempuan perkasa itu punya inner beauty tersendiri
Dan kesuksesan perempuan perkasa adalah
Ketika ia bisa menjadi wanita karir
Dan ia bisa menghandle antara karir, keluarga, suami dan anak anaknya
Mas kawin untuk bidadariku
Adalah sekuntum bunga mawar yang aku petik dari sujud sembahyangku setiap hari
Buah cintaku dengan bidadariku
Adalah lahirnya sejuta generasi teladan
Yang menggendong tempayan tempayan kemanfaatan
Bagi manusia dan kemanusiaan
Pada setiap tempat dan zaman
Mereka lahir demi kesejatian sebuah pengabdian dalam abad abad yang susah
Abad abad yang tidak mengenal Tuhan
Abad abad yang hilang naluri kemanusiaan
Abad abad yang berkuasa rezim rezim kemungkaran
Dan mereka tetap kekar dan senantiasa membela kebenaran dan keadilan
Estafet perjuangan kami berkelanjutan
Sambung menyambung pada setiap generasi
Syair Sang Pecinta
Menemanimu dalam kesepian
Menemaniku dalam kegelapan
Bersama sinar yang mencerahkan
Langkah diantara kita
Meski langkah kita tak sama
Kita tetap berbimbingan
Masih berpegang tangan
Bersama menggapai impian
Hanya kamu yang menemaniku
Disaat aku kesepian
Disaat aku merindu
Dan tiba tiba dia hadir seiring bergantinya waktu
Semoga engkau memiliki rasa yang sama denganku
Puisi Untuk Ayah
Terbuai aku dipelukmu
Terasa hangat dan lembut belaimu
Walau hujan deras menghampiri
Tubuhku selalu hangat bersamamu
Mengalahkan kehangatan mentari pagi
Kau tau ayah
Betapa sesungguhnya inginku kau timang kembali
Merasa dekap erat tanganmu
Mendengar degup jantungmu
Terkadang, aku lupa usiaku
Ternyata aku sudah dewasa
Harus sudah berdiri
Berjalan mencari jati diri
Kau bilang "Sudah saatnya merpati terbang tinggi"
Tapiiii
Aku masih ingin bersamamu disini
Oh ayah...
Aku ingin ditemanimu setiap waktu
Kurasa tubuhku terlalu rapuh
Berjalan tanpa bimbingmu
Tapi kini aku berjanji
Aku harus bisa mandiri
Dengan kerela'an dan berat hati
Dengan airmata yang membanjiri
Pintamu akan aku turuti
Ayah...
Merpatimu akan kembali
Membawa kebangga'an
Untuk ayah
I so love you
Temukanmu
Jauh berarak aku berlayar
Menghalau ombak dan hembus angin lautan
Bulan yang bersinar
Sebuah keindahan matahari malam
Tlah ku arungi ribuan pulau
Berjumpa jutaan pasang mata
Tetap tak ku dapati adanya cinta
Dan ketika mata ini mulai sayu
Kurasa kerlingan cahaya mendekatiku
Berbinar- binar indah silaunya
Walau tak begitu sempurna
Tak bisa aku menafiknya
Hujan menghujat rasa
Guntur menyambar akal sehatku
Pohon tak lagi ramah menyapa
Dan gunung-gunung terdiam membisu
Karna semua tahu
Aku tlah kehilangan
Cinta telah mencuri segalanya
Angan yang tak lagi sejalan
Namun, dengan pasti ku katakan
Kamulah pencuri mata, hati dan fikiran
Bimbang
Entah apa yang terjadi
Tak pasti, tapi semua menghampiri
Sesalkah?
Atau, hanya emosi semata
Kenapa tak ku bawa berkelana
Biar ku tahu apa jawabnya
Tapi kadang mereka pergi
Dan terkadang kembali
Jawab aku
Siapa kamu?
Apa tujuanmu?
Rasaku kian memuncak
Menggoreskan sedikit bercak
Bersemayam di dada
Meninggalkan deret tanda tanya
For MOM
Beribu pujian patut ku berikan untukmu
Engkau pelitaku
Engkau segalanya untukku
Tak cukup rasanya mengucap kata maaf
Aku ingin sujud di bawah kakimu
Ibuuu
Begitu banyak kesalahanku padamu
Tapi engkau tetap menyayangiku
Tak taukah engkau ketika aku berbohong
Tak taukah engkau ketika aku acuh terhadapmu
Engkau wanita suci
Wanita berharga yang aku punya di dunia
Demi Tuhan, langit, bumi dan segala isinya
Aku menyayangimu
Tak tega melihat engkau menderita
Aku ingin melihat engkau selalu tersenyum
Tapi aku terlalu bodoh
Tak pernah bisa bahagiakanmu
Begitu buruknya aku
Tapi engkau selalu percaya padaku
Aku hanya bisa menangis
Mengenang setiap dosa yang aku lakukan padamu
Aku selalu membantah katamu
Ibuuu
Walaupun lelah, keringat membanjiri
Engkau selalu kuat, dan selalu "bisa"
Demi pengorbanan untuk anakmu
Tak pernah ku tahu
Betapa sesungguhnya ragamu meronta
Meronta karna lelah
Tapi lagI-lagi engkau selalu menutupinya
Engkau selalu berikanku senyum kebahagiaan
Tapi apa balasku
Ibuuu
Belasan dan sedikit lagi usaiku akan bertambah
Semakin dewasa
Aku semakin mengerti
Aku telah berjanji dalam hati
Akan ku ganti semua pengorbananmu selama ini
Tapi aku yakin tak akan cukup bisa aku menggantinya
Suatu saatibu akan tahu
Betapa sesungguhnya inginku berikan yang terbaik untukmu
Seperti halnya engkau
Selalu berikan yang terbaik untukku
I MISS U MOM, I MISS U
Sesal
Membisu dalam sebuah bayangan malam
Mengumpat diri sendiri
Mengapa semua harus terjadi
Sesal sudah tak akan ada arti
Aku bingung Tuhan
Pada siapa lagi aku berbagi
Telah ku kumpulkan sebuah hitam
Kelam yang ku rasa
Di balik sebuah keindahan
Aku tahu ini kebodohanku
Ku kira hanya destinasi
Tapi aku salah
Aku telah berdosa
Aku telah melukai semua
Kenapa malam itu ada
Sesal, sesal yang selalu terlambat
Tuhaannnn
Aku benar-benar menyesal
Ampuni aku Tuhan
Aku benar-benar menyesal
Bimbing dan tuntunlah aku
Kembali ke jalanmu
Wahai pujangga cinta, biar
membelai indah teladani kalbuku jujurlah pada hatimu. Ada apa dengan
cinta? perbedaan Aku dan Engkau biar menjadi bait dalam puisi cinta terindah…..
“PUISI RANGGA 1”
Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur di hatimu
yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya
Meninggalkan hati untuk dicaci
Lalu sekali ini aku melihat karya surga
dari mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta
Tapi aku pasti akan kembali
dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya..
Bukan untuknya, bukan untuk siapa
Tapi untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja..
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur di hatimu
yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya
Meninggalkan hati untuk dicaci
Lalu sekali ini aku melihat karya surga
dari mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta
Tapi aku pasti akan kembali
dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya..
Bukan untuknya, bukan untuk siapa
Tapi untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja..
“PUISI RANGGA 2”
Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
kulari ke pantai kemudian teriakku
sepi, sepi dan sendiri
aku benci
Aku ngin bingar
aku mau di pasar
bosan aku dengan penat
dan enyah saja kau pekat
seperti berjelaga
jika ku sendiri
Pecahkan saja gelasnya
biar ramai
biar mengaduh sampai gaduh
Ah...ada malaikat menyulam
jaring laba-laba belang
di tembok keraton putih
kenapa tak goyangkan saja loncengnya
biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan
belok ke pantai .........
kulari ke pantai kemudian teriakku
sepi, sepi dan sendiri
aku benci
Aku ngin bingar
aku mau di pasar
bosan aku dengan penat
dan enyah saja kau pekat
seperti berjelaga
jika ku sendiri
Pecahkan saja gelasnya
biar ramai
biar mengaduh sampai gaduh
Ah...ada malaikat menyulam
jaring laba-laba belang
di tembok keraton putih
kenapa tak goyangkan saja loncengnya
biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan
belok ke pantai .........
Travel In Love
Di peron stasiun,
Aku berdiri dengan carrier 85 liter di sisi. Sebentar lagi rangkaian Argo Parahyangan akan membawaku mengawali perjalanan 30 hari: Jawa, Bali, dan Lombok.
Di atas bukit bintang,
Aku ditemani seorang sahabat yang masih berduka atas kekasihnya. Seperti aku yang belum merelakan si Pecinta Gunung, laki-laki si pemilik senyum teduh.
Di atas kapal yang berayun,
Aku harus kuat menghadapi hadirnya si Orang Asing. Juga ketika banyak rahasia yang terungkap atau kata-kata yang dulu tak terucap.
Di pantai yang indah,
Aku duduk menatap laut, sejauh ini aku tak tahu cinta macam apa yang kutemui di perjalanan ini. Karena perjalanan ini terlalu panjang untuk dilalui sendiri.
Di perjalanan ini,
Aku ingin kamu menemaniku…





